2019, BADAI ITU TELAH BERLALU
![]() |
| Massa melakukan perlawanan ke arah petugas di depan kantor Bawaslu di kawasan Thamrin, Jakarta, Selasa (21/5). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja] |
Tahun 2019, bangsa ini seperti mau pecah, hancur lebur oleh perseteruan dua kubu pendukung Capres-cawapres. Cebong dan Kampret.
Perseteruan yang tak hanya di dunia nyata. Perseteruan itu bahkan jauh lebih panas di media sosial. Saling klaim benar dan menjelekkan lawan menjadi hal yang biasa.
Informasi yang jelek terkait Capres-cawapres cepat tersebar. Baik dalam bentuk berita maupun sekedar meme penghinaan. Setiap saat diproduksi oleh masing-masing kubu.
Informasi itu terus diposting dan disebarkan pendukungnya. Tak peduli itu hoax atau fakta. Akal sehat terpinggirkan. Semua merasa benar sendiri. Betul-betul kondisi yang membingungkan.
Ada banyak korban di balik perseteruan panas itu. Meninggal, dipenjara karena terlibat demonstrasi yang berakhir anarkis, menyebar berita hoax hingga ujaran kebencian (hate speech).
Seiring waktu berjalan, kondisi berangsur membaik setelah pelantikan Presiden terpilih. Bahkan capres dari kubu lainnya bergabung menjadi bagian dari Kabinet Indonesia Maju. Semua berubah drastis menjadi tenang.
Alhamdulillah, 2019 berakhir dengan damai. Berharap kondisi ini tetap stabil dan senantiasa kondusif. Yang pada akhirnya akan berdampak pada perekonomian dan kesejahteraan masyarakat yang semakin meningkat.
Hanya dengan kondisi bangsa yang damai, asa yang terucap maupun tertulis sebagai resolusi 2020 itu dapat terwujud. Tentunya dengan kerja keras dan teriring doa kepadaNya.

Komentar
Posting Komentar